RIHLAH MAHABBAH RASULULLAH SAW (2)
Di antara nasihat al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman) :
"Taukah kalian, bahwa sampul al-Quran haram disentuh bagi orang yg berhadats. Keharaman menyentuh sampul al-Quran adalah ketika sampul itu menyatu dengan al-Quran tersebut. Namun, apabila sampul itu telah terpisah dari al-Quran, maka keharaman menyentuh sampul itu pun telah hilang, sampul itu menjadi mulia sebab tersambung kepada sesuatu yang mulia pula (al-Qur'an). Bagaimana lagi kemuliaan orang yg hari - harinya hidup dengan al-Qur'an, bahkan menghafal al-Quran. Orang - orang semisal ini tentunya lebih mulia dari sampul al-Quran tersebut. Oleh sebab itu, seyogyanya kita menjadikan wirid - wirid harian kita adalah di antaranya adalah dengan membaca al-Quran".
"Bisa menjadi penghafal Al-Qur’an adalah sebuah anugrah dari Allah SWT kepada orang-orang tertentu, karena tidak semua mampu dengan mudah dapat menghafal Al-Qur’an. Namun, disisi lain bukan berarti tidak ada kesempatan bagi umat lainnya dalam menghafal Al-Qur’an. Hanya saja perlu melawati fase rasa malas dan godaan syaitan dengan berusaha keras melawannya serta berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an. Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya,“ Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.”.
"Ditangan kita saat ini ada kitab Sullam at-Taufiq, yang disusun oleh kakek saya. Pembahasan awal dari kitab ini adaah terkait pentingnya untuk menjaga iman dan Islam pada diri kita. Dimana saat ini terlalu banyak orang - orang berucap dengan ucapan yg menyebabkan ia keluar dari Islam (murtad),atau melakukan perbuatan - perbuatan yg menyebabkan ia keluar dari Islam (murtad), lebih parahnya ia tidak menyadari bahwa dirinya telah keluar dari Islam (murtad). Pada saat ini muncul penomena da'i - da'i yg terlalu banyak melucu (melawak) nya dalam ceramah - ceramah mereka, untuk apa semua ini??? Bahkan tidak jarang mereka membawa ayat - ayat al-Quran, surga, neraka, dan lainnya dalam lawakan - lawakan mereka sekedar untuk membuat orang lain tertawa - tertawa, tidak jarang juga mereka mengarang cerita sebatas untuk membuat orang - orang tertawa, untuk apa semua ini?. Jangan jadikan ayat al-Quran dan hal mulia lainnya sebagai bahan lucu - lucuan dalam berdakwah. Pendakwah - pendakwah seperti ini bisa menjadi musibah (bencana) bagi umat, karena mereka menggiring umat kepada kekafiran (murtad) sebab mengolok - olok Kalamullah dan hal mulia lainnya".
[[Inti Sari Dari Mauizhoh Yang Disampaikan Oleh al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Cucu Penyusun Kitab Sullam at-Taufiq) di Ponpes Tahfizhul-Quran Darul Adib, Medan Amplas. Jumat, 04 Februari 2022]].
"Muhammad Sumitra Nurjaya"