Senin, 07 Februari 2022

Nasihat di Bulan Rajab (Bag 2 ) Oleh : Al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman)

 RIHLAH MAHABBAH RASULULLAH SAW (2)




Di antara nasihat al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman) : 

"Taukah kalian, bahwa sampul al-Quran haram disentuh bagi orang yg berhadats. Keharaman menyentuh sampul al-Quran adalah ketika sampul itu menyatu dengan al-Quran tersebut. Namun, apabila sampul itu telah terpisah dari al-Quran, maka keharaman menyentuh sampul itu pun telah hilang, sampul itu menjadi mulia sebab tersambung kepada sesuatu yang mulia pula (al-Qur'an). Bagaimana lagi kemuliaan orang yg hari - harinya hidup dengan al-Qur'an, bahkan menghafal al-Quran. Orang - orang semisal ini tentunya lebih mulia dari sampul al-Quran tersebut. Oleh sebab itu, seyogyanya kita menjadikan wirid - wirid harian kita adalah di antaranya adalah dengan membaca al-Quran".

"Bisa menjadi penghafal Al-Qur’an adalah sebuah anugrah dari Allah SWT kepada orang-orang tertentu, karena tidak semua mampu dengan mudah dapat menghafal Al-Qur’an. Namun, disisi lain bukan berarti tidak ada kesempatan bagi umat lainnya dalam menghafal Al-Qur’an. Hanya saja perlu melawati fase rasa malas dan godaan syaitan dengan berusaha keras melawannya serta berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an. Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya,“ Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.”.

"Ditangan kita saat ini ada kitab Sullam at-Taufiq, yang disusun oleh kakek saya. Pembahasan awal dari kitab ini adaah terkait pentingnya untuk menjaga iman dan Islam pada diri kita. Dimana saat ini terlalu banyak orang - orang berucap dengan ucapan yg menyebabkan ia keluar dari Islam (murtad),atau melakukan perbuatan - perbuatan yg menyebabkan ia keluar dari Islam (murtad), lebih parahnya ia tidak menyadari bahwa dirinya telah keluar dari Islam (murtad). Pada saat ini muncul penomena da'i - da'i yg terlalu banyak melucu (melawak) nya dalam ceramah - ceramah mereka, untuk apa semua ini???  Bahkan tidak jarang mereka membawa ayat - ayat al-Quran, surga, neraka, dan lainnya dalam lawakan - lawakan mereka sekedar untuk membuat orang lain tertawa - tertawa, tidak jarang juga mereka mengarang cerita sebatas untuk membuat orang - orang tertawa, untuk apa semua ini?. Jangan jadikan ayat al-Quran dan hal mulia lainnya sebagai bahan lucu - lucuan dalam berdakwah. Pendakwah - pendakwah seperti ini bisa menjadi musibah (bencana) bagi umat, karena mereka menggiring umat kepada kekafiran (murtad) sebab mengolok - olok Kalamullah dan hal mulia lainnya".

[[Inti Sari Dari Mauizhoh Yang Disampaikan Oleh al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Cucu Penyusun Kitab Sullam at-Taufiq) di Ponpes Tahfizhul-Quran Darul Adib, Medan Amplas. Jumat, 04 Februari 2022]].

"Muhammad Sumitra Nurjaya"

Nasihat di Bulan Rajab (Bag 1) Oleh Al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman)

RIHLAH MAHABBAH RASULULLAH SAW (2)


Di antara nasihat Al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman) : 

_"Istighfar, Satu Kalimat Beribu Solusi. Diriwayatkan dari al-Imam Hasan al-Bashri bahwa suatu ketika datang kepadanya seseorang yang mengadu akan kefakiran yang dialaminya. Kondisi ekonominya begitu terpuruk. Kebutuhan keluarga yang ia tanggung tak dapat ia cukupi. Ada lagi seorang yang lain mengadu kepadanya untuk meminta solusi terhadap masalah yang ia alami. Telah lama ia menginginkan seorang buah hati, namun tak juga dikaruniai. Tapi ia tak mau putus asa. Maka datanglah ia kepada al-Imam Hasan sebagai bentuk ikhtiarnya. 

al-Imam Hasan al-Bashri r.a juga didatangi oleh seorang petani. Ia begitu gamang terhadap bumi yang ia tanami. Bagaimana tidak, setelah sekian tahun mengolah tanah, tak sekali pun ia menuai hasil yang melimpah. Malah yang terjadi adalah kerusakan tanaman akibat kekeringan dan tanah yang tandus. Semua itu dijawab oleh Al-Imam Hasan hanya dengan satu kalimat : 

اِسْتَغْفِرِ اللهَ

"Bacalah istighfar, mintalah ampunan kepada Allah".

Betapa mengherankan Al-Imam Hasan ini. Di antara sekian banyak masalah yang di adukan kepadanya hanya satu solusi yang ia berikan kepada orang-orang tersebut. 

Maka Rabi' bin Shahib pun memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai Al-Imam Hasan, banyak orang yang mendatangimu dengan mengadukan berbagai hal dan meminta (pertolongan) bermacam-macam kepadamu. Tapi mengapa hanya istighfar yang kau jadikan sebagai solusi jalan keluar?" Al-Imam Hasan pun terdiam, kemudian ia hanya membacakan beberapa ayat dari Surat Nuh sebagai berikut:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَّيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا.  مَا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ اللهَ وَقَارًا .

 “Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan yang lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?".

Kesimpulannya, apapun masalah yang sedang dihadapi, solusinya hanya satu, yaitu perbanyaklah istighfar. Terlebih lagi di bulan Rajab ini, dimana pahala kebaikan dilipat gandakan oleh Allah dan dosa dari perbuatan maksiat juga dilipat gandakan oleh Allah pada bulan - bulan mulia seperti ini.

[[Inti Sari Dari Mauizhoh Yang Di Sampaikan Oleh al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir Di Majlis Ta'lim ar-Rahmah, Lubuk Pakam. Jumat (Malam Sabtu), 03 Februari 2022]].

"Muhammad Sumitra Nurjaya".

Nasihat di Bulan Rajab (Bag 2 ) Oleh : Al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman)

 RIHLAH MAHABBAH RASULULLAH SAW (2) Di antara nasihat al-Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir (Hadromaut, Yaman) :  "Taukah kalian, ...